Secercah Cahaya 22 Bahman

Di awal pergerakan, engkau berdiri seorang diri.

Tak gentar, walau sendiri menghadapi tirani.

Karena itu, yang mata mereka saksikan.

Mereka mengejek, paling beberapa hari juga reda.

Tirani itu tak tahu, bahwa engkau bersama Allah.

Dzat yang maha kuasa atas segala sesuatu.

Bukankah mudah bagi-Nya, merengut sesuatu.

Kau tunjukkan keteguhan menghadapi kezaliman.

Hingga, akhirnya hati suci masyarakat tergerak.

Tak salah, jika mereka akhirnya percaya padamu.

Hingga, mereka rela korbankan apa saja untukmu.

Harta, tenaga bahkan nyawa tuk mendukung perjuanganmu.

Ribuan bahkan jutaan nyawa telah terengut demi perlawaan.

Masyarakat tak ubah kambing-kambing yang menuju tempat jagal.

Kau sendiri pun rela di asingkan dari satu tempat ke tempat lain.

Hingga, terbit secercah cahaya 22 Bahman.

Menghantarkan kau dan masyarakat ke depan pintu kemenangan.

     By. Ali Hadi Demak

Qom-februari-2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *