Menilik Kemewahan Gedung Baru Universitas Internasional Bintul Huda

HPIIRAN– Universitas Internasional Bintul Huda adalah salah satu institusi pendidikan khusus perempuan yang diperuntukkan kepada mahasiswi dari bebagai negara, yang berbasis keilmuan Islam. Universitas itu adalah cabang dari Universitas Internasional Al-Musthafa, yang merupakan salah satu institusi pendidikan Islam untuk orang asing terbesar di Iran, yang dibangun atas arahan Ayatullah Sayyid Ali Khomeini di Kota Qom, Iran.

Universitas Internasional Bintul Huda atau biasa disebut dengan Madresee Bintul Huda telah mencetak 1200 lulusan dan memiliki lebih dari 3000 Mahasiswi[1] dari berbagai negara seperti Rusia, Amerika, Ghina, Kenya, Aljazair, Iraq, Tukri, Afganistan, Pakistan, India, Banglades, China, Jepang, Thailand, Kamboja, Filipina, Malaysia, Indonesia, Australia dan beberapa negara lain di belahan dunia.

Universitas Internasional Bintul Huda di tahun kedua ajaran baru tahun Iran 1400 H.S (2021 M) mengumumkan melalui website dan berbagai kanal informasi Universitas Al-Musthafa, bahwa  akan dimulai PTM atau Pembelajaran Tatap Muka di gedung baru yang telah diresmikan oleh pimpinan Universitas Al-Musthafa dan Bintul Huda dan jajarannya pada musim sebelumnya, yang disaksikan sebagian mahasiswi yang diundang pada acara peresmian gedung baru kala itu. Luas Wilayah Gedung baru Universitas Internasional Bintul Huda yang sekarang bertempat di daerah Pardisan[2] tiga kali lipat lebih besar dari bangunan sebelumnya yang berada di tengah kota.

Di gedung Madrese-e Bintul Huda yang sebelumnya membagi kelas untuk proses belajar-mengajar menjadi dua sesi, yaitu; kelas pagi 08:00-10:00 dan 10:00-12:00 dan kelas sore 13:00-15:00 dan 15:00-17:00, karena jumlah mahasiswi yang tidak sedikit dan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Tapi di gedung yang baru memiliki kelas dua kali lipat lebih banyak dari gedung yang sebelumnya, maka sembilan puluh persen dari semua kelas, proses belajar-mengajar dilaksanakan pada pagi hari dari pukul delapan pagi sampai pukul dua belas siang dan sisanya dilaksanakan antara jam satu siang sampai jam lima sore.

Gedung baru Universitas Internasional Bintul Huda memiliki empat lantai dengan tambahan rooftop dan underground. Bangunan yang berdesain khas Persia itu menambah keindahan dan keestetikan gedung dan membuat gedung ini terlihat wah. Walaupun pembangunan belum rampung seratus persen, tapi gedung  baru itu sudah mempergunakan semua kelas-kelasnya yang dibutuhkan para mahasiswi. Dan berbagai aktifitas akademik lainnya sudah bisa berjalan dengan baik.

Selain kelas yang banyak, di gedung baru Madrese-e Bintul Huda juga menyediakan berbagai fasilitas akademik dan non-akademik yang memadai seperti ruang belajar mandiri dan diskusi kelompok, perpustakaan, ruang seminar, aula, ruang penitipan anak, ruang olahraga. Tak hanya itu, pemandangan pegunungan dan perkotaan dapat dilihat dari rooftop gedung tersebut.

Selain fasilitas yang penulis sebut di atas, ada fasilitas lain, seperti delapan buah lift, pemanas dan pendingin ruangan, atap kedap suara, proyektor dan screen, kantin, mesin ATM, ruang konsultasi dokter dengan dokter yang memadai, kamar mandi yang banyak di setiap lantai, penjaga gerbang masuk bagian tamu perempuan dan laki-laki dan juga tempat parkir yang luas.

Walaupun tidak sedikit mendapat kritik karena lokasinya yang bisa dikatakan lumayan jauh untuk sebagian besar mahasiswi, tapi tidak mengurangi kepuasan mahasiswi dan para dosen serta civitas akademik Universitas Internasional Bintul Huda terhadap fasilitas-fasilitas yang telah disediakan. Setelah empat semester menjalani proses belajar-mengajar melalui daring, dibukanya gedung baru Universitas Internasional Bintul Huda menjadi sebuah penyemangat yang besar bagi para mahasiswi untuk terus menimba ilmu dan juga menjadikan proses pembelajaran semakin baik.

Penulis: Fathimah Alatas


[1] hoda.miu.ac.ir

[2] Iran, Pardisan, Jalan Emamat, setelah Universitas Payam e Nur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *