Jangan Terlalu Mudah Mengomentari Hidup Orang Lain!

HPIIRAN- “Kelak kamu akan mengerti bahwa menahan untuk menjaga orang lain agar tak tersinggung karena lisanmu, itu jauh lebih baik daripada mengutarakan isi hatimu.”

Perkataan di atas  adalah  salah satu kutipan  dari perkataan  Imam Ali as, yang menjelaskan bahwa sangatlah penting menjaga lisan, dan memang seharusnya  kita gunakan untuk hal yang baik seperti halnya, bagaimana cara kita bertutur kata (berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara)? 

Apakah yang akan kita ucapkan itu sesuatu hal yang tidak menyinggung lawan bicara kita atau pun malah sebaliknya? Sangatlah jelas, bahwa segala hal yang imam sampaikan bukanlah perkara yang sepele dan ini hal yang  sangat penting. Sehingga kita benar-benar harus memperhatikanya, oleh karena itu yang imam sampaikan sepatutnya kita terapkan dalam kehidupan kita.

Kalau saya perhatikan, di zaman sekarang ini, orang-orang sangatlah mudah ketika mereka mengatakan sesuatu hal tanpa berpikir terlebih dahulu, baik itu sifatnya serius atau pun hanya sekadar bercanda, seperti halnya di saat ada perkumpulan ibu-ibu satu sama lain saling berbicara mengutarakan pendapat, baik itu perihal kehidupan dll.

Akan tetapi, ada sebagian orang yang dengan mudahnya mengatakan sesuatu hal yang mungkin menurut dia itu hal biasa untuk disampaikan, padahal tidak selayaknya  jika disampaikan di depan umum seperti, mengomentari  kehidupan orang lain apalagi sampai bertanya-tanya, contohnya, “Kenapa belum menikah?” “Kenapa belum punya anak?” “Kapan lulus kuliahnya?” Dan seterusnya, tidak akan ada habisnya.

Pernah saya berfikir sejenak, ketika ada orang yang sifatnya seperti saya tulis di paragraf sebelumnya, di sini yang bikin saya heran,  apa tidak merasa bersalah akan hal yang telah disampaikan? Apa tidak pernah terpikirkan olehnya, bagaimana keadaan perasaan lawan bicaranya?

Apa pernah sedikit terpintas dalam benaknya kira-kira yang tadi telah diucapkan menyinggung hati lawan bicaranya ataukah tidak? Ataukah  itu  termasuk hobi, ataukah karena banyaknya waktu, sehingga mudah sekali mengomentari dan mengurusi hidup orang lain, ataukah kurangnya aktivitas dalam kehidupannya,Wallahhu A’lam.

Terkadang, saya juga bingung menanggapi orang-orang yang mudah sekali mengomentari dan mengurusi hidup orang lain, seolah-olah hidupnya sudah yang paling benar dan tanpa cela, padahal mereka sejatinya tidak tahu-menahu seluruhnya, mereka hanya melihat dari sisi luarnya dengan melihat sepintas melalui penglihatan mata  saja kemudian dengan mudahnya memberikan komentar.

Kalau menurut hemat saya, setiap orang berhak memberikan komentar dengan artian komentar yang baik  bukan yang menghancurkan mental orang lain, akan tetapi yang harus perlu kita ketahui dan harus kita ingat adalah sebelum kita memberikan komentar atau pun saran kepada orang lain, sebaiknya juga memperhatikan etika dalam penyampainnya.

Seperti halnya tidak menyampaikan di depan umum jika memang sifatnya itu pribadi, tidak hanya asal berucap  saja tanpa memikirkan dan memerhatikan  terlebih dahulu apa yang akan kita sampaikan, apakah itu sesuatu hal  yang  pantas untuk disampaikan di depan umum ataukah tidak, tujuannya di sini agar lawan bicara  tidak tersinggung atas apa yang akan kita sampaikan.

Ada salah seorang ustaz yang saya pernah hadir dalam kajianya, beliau menyampaikan sebuah motivasi tentang kehidupan, yaitu bagaimana pun kehidupan kalian pasti akan ada yang memberikan komentar, baik itu sifatnya positif maupun negatif dan jika itu komentar yang positif, maka kalian ambil karena bisa jadi kalian bisa menambah pengetahuan dari hal tersebut, dan  sebaliknya jika komentar negatif tinggalkanlah karena itu bisa merugikan kalian jika  terpengaruh akan hal itu.

Akan tetapi, yang perlu kalian ketahui tetaplah lanjutkan kehidupan kalian menurut versi terbaik kalian, karena sejatinya bagaimana pun kehidupan yang kalian jalani  dan dengan cara pilihan kalian  menjalaninya dengan hal yang baik, itu juga masih ada yang berkomentar akan kehidupan kalian, jadi janganlah kalian hiraukan selama apa yang kalian lakukan memberikan pengaruh baik untuk yang lain dan tidak merugikan bagi yang lainnya.

Menurut hemat saya, setiap orang berhak menjalani hidupnya masing-masing tanpa takut akan komentar orang lain. Kita juga berhak bahagia, tak semestinya kebahagiaan membuat kita merasa bersalah karena tidak dapat membahagiakan semua oran di sekeliling kita. Terlalu rumit jika kita harus mengurusi hidup orang lain padahal, masih banyak hal yang bisa kita selesaikan dan yang paling utama adalah mari jaga lisan kita  agar tidak mudah menyakiti hati orang lain.

Jangan  hanya fokus kepada orang yang tidak menyukai kita, akan tetapi syukurilah  jika masih ada  orang-orang yang masih peduli kepada kita. Memang sulit untuk diterapkan dalam kehidupan kita, dan yang harus kita ketahui, sampai kapan pun akan selalu ada orang yang tidak setuju dengan apa yang kita lakukan, apa yang kita ucapkan ataupun apa yang menjadi prinsip hidup kita, dan disini  kita tidak bisa membuat semua orang senang dan setuju dengan prinsip hidup yang kita pilih.

Dari sini, marilah kita satu sama lain saling menghargai bagaimana cara menjalani kehidupan kita dan janganlah mudah mengomentari kehidupan orang lain, sebanyak apapun ilmu dan pengetahuan kita tentang agama dan sehebat apapun ibadah kita jika lisan kita selalu menyakiti hati orang lain, maka semua itu tidak ada gunanya.

Belajarlah mensyukuri hidupmu sendiri, belajarlah menikmati hidupmu dan belajarlah menghargai pilihan  hidup orang lain, tak perlu mengusik kebahagiaan orang lain, jangan buang-buang waktumu untuk mengurusi dan mengomentari hidup orang lain dan jagalah lisanmu agar tidak menyakiti hati orang lain. (22 Mei 2022)

Penulis: Maryam Ahmad

One thought on “Jangan Terlalu Mudah Mengomentari Hidup Orang Lain!

  • 21 Juni 2022 pada 23:57
    Permalink

    Tulisan yang sangat sesuai untuk zaman sekarang ini,dan semoga Kita bukan termasuk orang-orang yg mudah mengomentari kehidupan orang lain (komentar yg negatif)
    Amin

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *