Imamah dan Wilayah, ‘Hubungan Iduladha dan Idulghadir’ dalam perspektif Sayyid Ali Khamenei

Dari Iduladha hingga Idulghadir. Pada hakikatnya, dua momen ini adalah arus yang berkesinambungan erat dengan masalah Imamah. Allah swt berfirman,

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat, lalu dia melaksanakannya dengan sempurna. Dia (Allah) berfirman, “Sesungguhnya Aku menjadikan engkau sebagai pemimpin (Imam) bagi seluruh manusia.”

Nabi Ibrahim as. dilantik sebagai imam oleh Allah swt. Mengapa? Karena ia lulus dari ujian-ujian yang berat. Berawal dari hari Iduadha, sampai hari Idulghadir, hari resminya kepemimpinan Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as. Imam Ali as. juga merupakan kelulusan dari ujian yang berat pula.

Amirul Mukminin melewati begitu banyak ujian-ujian selama hidupnya. Beliau keluar dan lulus dari ujian tersebut dan membuatnya naik.

Di umur 11 tahun telah menerima kenabian Rasulullah hingga peristiwa Lailatul Mabit, Amirul Mukminin muda adalah sosok yang rela berkorban, siap mengorbankan jiwa raganya untuk Nabi saw. Ujian di perang Badar, Uhud, Hunain dan Khaibar. Derajat tinggi ini tidak bukan adalah hasil dari ujian beliau.

Anda akan menemukan bahwa Iduladha dan Idulghadir adalah ikatan yang satu dan padu. Oleh karenanya, ada yang menyebut momen Idul Kurban hingga Idul Ghadir dengan sebutan ‘Pekan Imamah’.

Sayyid Ali Khamenei (25/11/2008)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *