Imam Mahdi menurut Perspektif Ahlusunnah dan Syiah

HPI – Keyakinan terhadap juru selamat akhir zaman merupakan sebuah konsep yang sejak dahulu telah ada dalam setiap agama dan kepercayaan. Mereka meyakini bahwa sosok tersebut akan muncul untuk menyebarluaskan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh manusia. Semua agama dan kepercayaan seperti; Hindu, Budha, Yahudi, Kristen, Kejawen dan Islam, memiliki nama dan sifat-sifat khusus berkenaan dengan juru selamat tersebut.

Nama juru selamat akhir zaman menurut perspektif agama dan aliran kepercayaan antara lain sebagai berikut.

  1. Juru selamat dalam agama Hindu

Para penganut agama Hindu meyakini konsep kemunculan juru selamat akhir zaman. Dalam agama ini juru selamat yang dinantikan kedatangannya bernama Kalki. Kalki adalah reinkarnasi kesepuluh dari Dewa Wisnu yang dikenal sebagai Dewa Pemelihara.

  • Juru selamat dalam agama Budha

Dalam agama Budha konsep juru selamat akhir zaman memiliki hubungan yang erat dengan konsep “Maitreya”. Dalam bahasa Sansekerta, Maitreya diartikan sebagai cinta kasih yang merujuk kepada sosok yang penyayang. Setelah dunia ini dipenuhi dengan kemerosotan moral dan kerusakan yang amat dahsyat, akan muncul seorang penunjuk jalan yang dikenal dalam agama Budha dengan nama Maitreya.

  • Juru selamat dalam agama Yahudi

Sebagai umat yang mengikuti Nabi Musa as, umat Yahudi juga menunggu kedatangan seorang juru selamat. Dalam agama Yahudi juru selamat itu bernama Mesiah, yang kelak di tangannya kemenangan akan terwujud.

  • Juru selamat dalam agama Kristen

Sebagai umat yang mengikuti Nabi Isa as, umat Kristen juga meyakini akan konsep juru selamat akhir zaman. Mereka menantikan seorang sosok yang akan muncul dan memberikan kedamaian, yang mana sosok itu dikenal dengan Yesus

  •  Juru selamat dalam aliran kepercayaan Kejawen

Dalam kepercayaan kejawen dikenal dengan istilah Ratu Adil (satria piningit), yang mengatakan bahwa akan datang seorang pemimpin yang akan menjadi penyelamat, ia akan membawa keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakatnya.

  • Juru selamat dalam agama Islam

Sebagaimana telah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya, bahwa kepercayaan terhadap juru selamat akhir zaman merupakan kepercayaan yang telah ada dalam agama dan aliran sebelum Islam. Dalam agama Islam sosok juru selamat yang dinantikan tersebut dikenal dengan sebutan Al-Mahdi, yang dengan kedatanganya keadilan dan kesejahteraan akan dapat dinikmati oleh setiap orang.

Dalam agama Islam pembahasan mengenai Imam Mahdi dibagi menjadi dua bagian, yaitu dari sudut pandang madzhab Syi’ah dan Ahlusunnah wal Jama’ah. Keduanya memiliki sisi persamaan dan perbedaan  mengenai masalah Imam Mahdi as.

Persamaan antara Syi’ah dan Ahlusunnah

  • Imam Mahdi berasal dari Ahlilbait

Dalam kitab Sunan Abu Dawud dijelaskan:

حتی یبعث فیه رجلا منی او من اهل بیتی

“Sampai Allah mengutus seorang lelaki dariku atau dari Ahlilbaitku”. (Sunan Abu Dawud, Jld 4, Hal 106)

  • Imam Mahdi adalah keturunan Fatimah as

Imam Mahdi dalam keyakinan Sunnah dan Syi’ah bersal dari ketutunan Sayidah Fatimah as, hal tersebut sebagaimana diriwayatkan dalam kitab Kifayatu Thalib bagian dari kitab Al-Bayan fi Ahbari Shohibuz Zaman. Rasulullah saw bersabda,

المهدی من ولد فاطمة

“All-Mahdi berasal dari keturunan Fatimah”. (Kifayatu Thalib, Muhammad Kanzi Syafi’ie, Jld 2, Hadist 532)

Muhammad Kanzi Syafi’ie berkata,

قلت: هذا حدیث حسن صحیح

“Hadist ini Hasan Sahih”.

  • Nabi Isa as akan melakukan shalat di belakang Imam Mahdi as

Baik riwayat dari jalur Syi’ah maupun Ahlisunnah sepakat, bahwa Nabi Isa as akan melakukan salat di belakang Imam Mahdi as, Sibtu Ibnu Jauzi dalam kitabnya membawakan riwayat sebagai berikut.

وقال السدی یجتمع المهدی و عیسی بن مریم فیجئ وقت الصلاة فیقول المهدی لعیسی تقدم فیقول عیسی انت اولی بالصلاة فیصلی عیسی وراءه مآموما

“Saddi berkata: al-Mahdi dan Isa bin Maryam akan berkumpul, ketika datang waktu shalat al-Mahdi berkata kepada Isa as: Majulah (untuk menjadi Imam salat)! Isa menjawab: engkau lebih berhak menjadi Imam salat, lalu Isa shalat dibelakang Imam Mahdi menjadi makmum”. (Tazkiratul Khowas, Sibtu Ibnu Jauzi al-Hanafi, Hal 325)

Imam Bagir as berkata,

ینزل روح الله عیسی بن مریم  فیصلی خلفه

“Isa bin Maryam akan turun, lalu shalat di belakang al-Mahdi”.(Biharul Anwar, Jld 52, Hal 191)

Perbedaan Ahlisunnah dan Syi’ah mengenai Imam Mahdi as

  • Syi’ah dan minoritas Ahlusunnah meyakini bahwa Imam Mahdi berasal dari keturunan Imam Husein as, sedangkan mayoritas Ahlusunnah meyakini al-Mahdi berasal dari keturunan Imam Hasan as.
  • Syi’ah dan minoritas Ahlisunnah meyakini bahwa Imam Mahdi telah lahir pada tanggal 15 Sya’ban tahun 155 H, adapun mayoritas Ahlisunnah berkeyakinan bahwa Imam Mahdi belum terlahir dan akan terlahir di akhir zaman.
  • Syi’ah dan minoritas Ahlisunnah sepakat bahwa Imam Mahdi adalah putra dari Imam Hasan Askari as, namun mayoritas Ahlusunnah meyakini bahwa ayah Imam Mahdi bernama Abdullah, sebagaimana yang tertera dalam riwayat Sunan Abu Dawud.
  • Syi’ah dan minoritas Ahlisunnah meyakini bahwa Imam Mahdi hidup dalam keadaan ghaib, namun mayoritas Ahlisunnah berkeyakinan bahwa Imam Mahdi belum lahir.

Kesimpulan

  1. Keyakinan terhadap juru selamat akhir zaman bukanlah keyakinan baru, namun telah memiliki akar yang kuat dalam keyakinan agama dan aliran sebelum Islam.
  2. Pembahasan Mahdawiyah atau juru selamat akhir zaman dalam Islam harus dilihat dari dua kaca mata, yaitu kaca mata Syi’ah dan Ahlusunnah.
  3. Dalam pembahasan Imam Mahdi antara Sunnah dan Syi’ah, ada titik persamaan dan ada pula titik perbedaan.
  4. Titik persamaan antara Ahlusunnah dan Syi’ah mengenai Imam Mahdi, bahwa Imam Mahdi dari Ahlilbait, keturunan Sayidah Fatimah as dan yang akan shalat di belakanya adalah Nabi Isa as.
  5. Titik perbedaan dalam maslah keturunan Imam Hasan atau Imam Husein, nama ayah, telah terlahir atau belum, ghaib atau tidaknya.
  6. Dalam pandangan Syi’ah dan minoritas Ahlusunnah Imam Mahdi telah lahir, namun dalam keyakinan Syi’ah Imam Mahdi belum lahir.

Penulis: Muhammad Suripto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *